Accountancy is My Life


Advertisement Corner

Hosting Murah


A Mild Live Wanted 2009

Diposting oleh Dwi Wahyudi | | | 1 komentar »

Secara ngga sengaja saya berkunjung alias blogwalkng ke blognya Mas Hengki. Kebetulan didalam blog tersebut terdapat postingan mengenai "A Mild Live Wanted 2009". Sebagai seorang blogger yang hobi bener untuk ikutan kompetisi blog, saya langsung menuju ke TKP untuk melihat info lebih lengkap mengenai kompetisinya. Meskipun ngga menang, yang penting kita udah berkontribusi meramaikan kompetisinya. Hitung-hitung nambah pengalaman menulis artikel lah...

Sesampainya di TKP, saya diminta untuk memasukkan tanggal lahir dan nomor ID (KTP atau SIM) sebelum masuk kedalam webnya "A Mild". Cukup protection juga web supportnya, tapi ga papalah, toh saya kan penduduk legal juga. Hehehe.... Dari web tersebut ada beberapa informasi yang saya peroleh, antara lain:

Persyaratan Lomba

1. Peserta bukan karyawan, mitra usaha, rekanan dan keluarga dari PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TBK.
2. Blog dibuat dan dikelola oleh Warga Negara Indonesia, tanpa batasan profesi.
3. Peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 artikel.
4. Artikel yang diajukan untuk kompetisi ini harus ditulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Peserta diperbolehkan untuk menggunakan bahasa asing demi memperkaya isi artikel.
5. Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet dan tidak menyinggung SARA.
6. Isi dari artikel merupakan tulisan asli dari hasil pemikiran pribadi pengelola blog, dan bukan hasil plagiarisme.
7. Peserta dapat mencantumkan informasi tambahan seperti foto atau video (jika diperlukan).
8. Yang dinilai adalah isi artikel yang diajukan dan bukan keseluruhan isi blog.
9. Artikel yang akan dinilai adalah artikel-artikel yang diposting pada jangka waktu yang ditentukan.
10. Artikel harus mencantukan keyword wajib, yaitu “A Mild Live Wanted 2009”.

Masa Pendaftaran

1. Pendaftaran artikel untuk kompetisi blog ini dimulai sejak tanggal 8 April 2009 sampai dengan 30 Juni 2009.
2. Peserta kompetisi adalah pemilik blog itu sendiri. Peserta tidak dapat mengusulkan suatu blog lain.

Tahap Penjurian

1. Pemenang akan dipublikasikan disini pada bulan Juli 2009 dan akan dihubungi lebih lanjut oleh panitia.
2. Penilaian akan dilakukan pada seluruh pendaftar yang lolos registrasi dan memenuhi persyaratan.
3. Panitia akan memilih 10 blog terbaik.
4. Panitia akan memilih satu blog terbaik dari top 10 blog sebagai juara utama.
5. Panitia akan memilih dua blog terbaik dari top 10 blog list sebagai juara ke dua dan ke tiga.
6. Hasil seleksi adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Hadiah

Untuk semua artikel yang udah masuk, A Mild udah siapin hadiah-hadiah keren buat loe. Juara 1 bakal menangin candybar smartphone, Juara 2 bisa bawa pulang portable entertainment smartphone, dan Juara 3 boleh senang-senang dengan portable touchscreen media player barunya. Bukan cuma itu, 100 pengirim artikel pertama berhak untuk dapetin 100 CD dan 100 topi A Mild.

Nah, temen-temen sekalian. Saya udah mendaftar nih dengan mengirimkan 1 artikel, kalian kapan menyusul?? Ditunggu yach... (bL4ckC4Tz)


Read More ...
Bookmark and Share

Solusi Krisis Global Bagi Perusahaan Dagang

Diposting oleh Dwi Wahyudi | | | 1 komentar »

Ternyata, krisis global yang terjadi pada kuartal terakhir tahun 2008 tidak bisa dianggap enteng. Berlanjutnya krisis hingga tahun 2009 ini mulai dirasakan hingga ke sektor riil.

Krisis global, awalnya diperkirakan hanya akan memakan korban industri yang berkaitan dengan ekspor, ternyata telah merembet hampir ke semua sektor. Bahkan bidang IT yang semula diperkirakan tidak akan goyah, justru terjungkal dengan cepat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Suhanda Sujaya memprediksi penjualan komputer tahun 2009 bisa turun sampai 90%. Untuk itu para pedagang komputer membatasi persediaan hardware dan software.

Kenaikan kurs dolar membuat harga jual hardware mengalami kenaikan tajam, untuk jenis notebook kelas low end mengalami kenaikan antar 1 juta hingga 6 juta rupiah. Hal ini disebabkan sekitar 99% komponen hardware dan software notebook masih diimpor, sedangkan 1% merupakan branding lokal.

Tidak hanya itu, perusahaan IT dunia mengalami kejadian yang lebih parah lagi. Sebut saja Lenovo, produsen komputer terbesar ke 4 dunia ini menutup 3 pabriknya. Akibat krisis, laba Lenovo juga anjlok 78%. IBM dikabarkan akan memangkas sebesar 16.000 karyawanya diseluruh dunia.

Raja software dunia, Microsoft Corporation tak pelak juga ikut merasakan hantaman badai krisis dengan mem-PHK 5.000 karyawanya. Sedangakan Raksasa mesin pencari Google, meskipun tidak banyak melakukan PHK, pemberhentian 100 tenaga recruiter paling tidak telah memberi petunjuk bahwa google tidak akan merekrut banyak karyawan lagi tahun ini.

Bidang lain yang juga terkena imbas krisis global adalah bidang otomotif. Penjualan sepeda motor Indonesia pada bulan Januari 2009 telah terjadi penurunan sebesar 20,53%, dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk pasar mobil Januari 2009 terjadi penurunan sebesar 23%.

Para pelaku bisnis dibidang penjualan bahan bangunan juga mengaku penjualanya turun hingga 50% pada awal tahun ini. Beberapa teman yang menjadi supplier beberapa merk customer goods terkenal di Indonesia, belakangan mulai menutup usahanya. Hal ini terjadi karena setelah terjadi penurunan permintaan yang tajam dari retailer, keuntungan yang dihasilkan tidak lagi mampu menutup biaya operasional. Hal ini menunjukkan terjadinya perlambatan ekonomi secara keseluruhan.

Negara-negara besar seperti Amerika, Jepang, Singapura telah mengeluarkan paket bantuan penyelamatan dengan nilai ratusan miliar dolar. Meskipun insentif tersebut tidak serta merta mengobati luka akibat krisis, setidaknya upaya pemerintah negara-negara tersebut menunjukkan pembelaan yang besar terhadap warganya.

Sayangnya pemerintah Indonesia hingga saat ini belum banyak berbuat untuk menanggulangi krisis ini. Mungkin masih terbuai dengan analisa yang berkembang pada akhir 2008 bahwa Indonesia memiliki basic ekonomi yang kokoh. Bahkan saat ini personel pemerintahan disibukkan dengan urusan pemilu, sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil kadang tidak terfokus pada penanggulangan krisis, namun untuk meningkatkan popularitas belaka. Keberhasilan sedikit saja diekpos secara besar-besaran untuk meningkatkan citra diri, bahkan kadang-kadang keberhasilan semu juga ikut terekspos.

Forum ekonomi dunia di Davos, Swiss beberapa waktu lalu juga tidak menghasilkan langkah-langkah kongkrit dalam penanganan krisis global. Lebih dari 2.000 pengusaha dan pemimpin politik seluruh dunia telah menghabiskan waktunya selama 5 hari hanya untuk membahas permasalahan-permasalahan, bukan solusi. Davos hanya dijadikan lobi untuk kepentingan masing-masing, bukan kepentingan bersama.

Setelah Davos, April mendatang pemimpin negara-negara maju dan berkembang akan bertemu kembali pada forum G20 di London, Inggris. Apakah forum tersebut bisa diandalkan untuk menghentikan krisis ini? kita tunggu saja.

Namun kita tidak bisa terlalu lama menunggu. Diperlukan gerakan cepat untuk menyelamatkan perusahaan masing-masing. Beberapa langkah yang bisa ditempuh dalam menghadapi krisis global bagi perusahaan perdagangan diantaranya:

Antisipasi Jangka Pendek

1. Selamatkan Cash flow perusahaan anda. Omzet penjualan yang turun, apalagi ditambah lebih banyaknya penundaan pembayaran dari customer karena penurunan daya beli masyarakat akan menyulitkan pembayaran kewajiban-kewajiban perusahaan yang jatuh tempo saat ini. Kewajiban tersebut bisa berupa hutang dagang, pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo saat ini, cicilan kredit kendaraan atau inventaris lain atau kewajiban lain yang jatuh tempo saat ini.

2. Tunda dulu pembelian inventaris, kecuali benar-benar mendesak dan melalui perhitungan yang matang.

3. Hindari membuat kredit baru, karena tidak satu orangpun yang bisa memastikan kapan krisis akan selesai, yang ada hanyalah prediksi yang tidak selalu akurat.

4. Pertahankan yang sudah ada sekarang dan tunda dulu investasi baru.

5. Lakukan pengetatan anggaran biaya, bila perlu biaya yang biasa dikeluarkan perusahaan dievaluasi lagi. Misalnya evaluasi kembali penggunaan AC, lampu dan peralatan listrik di kantor Anda, evaluasi penggunaan telepon kantor. Evaluasi penggunaan fasilitas karyawan yang diberikan kantor seperti kendaraan dan rumah dinas agar tidak menimbulkan banyak biaya perawatan yang sia-sia. Bahkan perusahaan tempat teman saya bekerja yang termasuk ATPM Mobil terkenal, sampai melakukan pengetatan penggunaan air toilet dan pembatasan pembuatan kopi bagi karyawanya.

6. Simpan dana pada bank yang sehat, upayakan bank pemerintah.

7. Evaluasi kembali kebijakan-kebijakan penjualan yang mengakibatkan kredit macet atau tempo bayar yang molor.

8. Gunakan software khusus untuk perdagangan. Dengan software ini anda bisa menganalisa secara mendalam dan akurat berkenaan dengan kebijakan stok, cash flow, analisa hutang/piutang, analisa penjualan dan analisa lain yang mendukung pengambilan keputusan secara tepat dan cepat. Dalam masa krisis, kesalahan pengambilan keputusan sedikit saja bisa berakibat fatal. Selain untuk pengambilan keputusan, software perdagangan juga mampu membantu kita melakukan efisiensi. Kebutuhan kita melakukan segalanya serba cepat dan akurat bisa ditopang secara penuh oleh software tersebut.

Penyelesaian Jangka Panjang

Penyelesaian jangka panjang tentunya akan menyangkut makro ekonomi yang tengah berjalan di dunia dan di Indonesia sendiri. Sejarah telah mencatat bahwa krisis yang terjadi berkali-kali selalu disebabkan oleh pola ekonomi kapitalis. Ada pola ekonomi yang telah terbukti tangguh menghadapi krisis. Pola perekonomian syariah telah membuktikan mampu lolos dari hantaman krisis 1997 dan 2008. Sebut saja perbankan syariah, saat perbankan lain mengalami kesulitan yang hebat selama krisis, bank syariah justru membuktikan mampu membukukan laba yang signifikan.

Masih segar dalam ingatan kita ketika pemerintah mengucurkan dana BLBI dalam jumlah yang sangat besar untuk menyelamatkan perbankan umum pada saat itu, Bank Muamalat yang merupakan bank syariah pertama di Indonesia sama sekali tidak membutuhkan suntikan dana tersebut dan terbukti mampu bertahan eksis hingga saat ini.

Saya berbicara ekonomi syariah disini tidak dalam kerangka agama, namun dalam kerangka sistem ekonomi yang bisa diterapkan oleh siapa saja, tidak harus yang beragama Islam.

Bagaimana Implementasi Sistem Perekonomian Syariah untuk Perusahaan?

Pertama, perusahaan hanya akan menjalankan kegiatan perdagangan yang halal/positif baik produk maupun sistem perdaganganya. Tidak ada upaya tipu menipu atau upaya mendapatkan keuntungan diatas kerugian pihak lain. Pola mendapatkan keuntungan diatas keuntungan orang lain, saya rasa bisa berlaku umum, berlaku untuk siapa saja dan dimana saja. Ini adalah hal pokok yang akan membuat perusahaan tetap eksis.

Kedua, perlakukan karyawan sebagaimana pengusaha. Ajak semua karyawan untuk berfikir bagaimana memajukan perusahaan. Namun ajakan ini akan sia-sia jika tidak ditopang oleh sistem penggajian dan reward kepada karyawan. Pola penggajian tetap adalah penyumbang terbesar keroposnya sendi-sendi perusahaan. Buatlah sistem penggajian yang memungkinkan karyawan tumbuh besar sesuai dengan pertumbuhan perusahaan dan penyusutan seiring dengan penyusutan perusahaan.

Artinya disini ada pola bagi hasil dan bagi resiko. Pola ini yang memungkinkan karyawan tidak kehilangan semangat bekerja disaat perusahaan membukukan keuntungan yang sangat besar dan tidak menjadi beban perusahaan ketika perusahaan mengalami penurunan keuntungan.

Kenapa seperti itu? pada pola konvensional, karyawan cenderung kehilangan semangat kerja ketika perusahaan mendapatkan keuntungan yang semakin besar, namun gaji karyawan hanya bertambah sedikit atau bahkan tidak bertambah sama sekali. Biasanya perusahaan memberikan kenaikan gaji karyawan antara 10-15% pertahun, sehingga ketika terjadi peningkatan keuntungan perusahaan yang sangat pesat, akan menimbulkan kecemburuan. Disisi lain perusahaan harus hati-hati menaikkan gaji, karena sekali naik, akan sulit diturunkan, meskipun pada saat perusahaan mengalami kesulitan. Akhirnya yang terjadi adalah PHK, karena perusahaan tidak mampu menggaji lagi dan karyawan juga tidak mau diturunkan gajinya.

Pola bagi hasil dan bagi resiko sangat fleksibel dalam kenaikan dan penurunan gaji. Sehingga perusahaan tidak pernah terbebani oleh gaji karyawan yang terus meningkat. Semua berjalan realistik. Dengan begitu semua karyawan akan memiliki sikap yang sama dengan owner dalam hal kemajuan perusahaan. Merekapun bisa mengatakan “Berjuang untuk memajukan perusahaan atau mati bersama-sama”.

Mana yang lebih tangguh, dalam satu perusahaan terdapat hanya satu orang yang berjiwa enterpreneur atau terdapat puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang memiliki jiwa enterpreneur?.

Sumber : www.marketingtulen.co.cc


Read More ...
Bookmark and Share

Article : Accounting Conventions

Diposting oleh Dwi Wahyudi | | | 1 komentar »

An accounting convention is a basic principle or concept underlying the preparation of financial accounts. These statements of profit and loss, balance sheet and cash flow are usually prepared monthly for manage-ment purposes, but particular emphasis is placed on the annual and half-yearly accounts which are the only ones that inform shareholders and other interested external parties.

Although the basic recording of financial transactions using double-entry bookkeeping is a mechanical exercise, there is, however, also a subjective side to accountancy. The production of the financial accounts is not totally automatic and various rules, principles or conventions are followed in addition to statutory and financial reporting standard requirements. By way of illustration, let us consider some examples where conventions are required, before we can proceed to answer them.

Examples : 1. A company buys a new machine for £10,000 and expects it to last for five years. Does it charge this cost to the profit and loss account in the year it buys it, or in the year when it will be scrapped?
2. A retail store buys a quantity of washing machines one month for £4,000 and sells three-quarters of them for £3,600 in the same month. The remainder are sold in the following month for £1,200. Should the total cost of £4,000 go into the first month’s profit and loss account or should it be £3,000?
3. Now suppose that the washing machines in the previous example were bought on credit and the agreed credit terms with the supplier do not require payment until the end of the following month. Should the cost to go into the first month’s profit and loss account be nil, or £4,000, or £3,000?

Answers to these questions will be given after discussing the main accounting conventions used by accountants. These are now listed and then each one considered separately :

1. Separate Entity
Every business is regarded as an entity on its own. We need to keep its financial transactions separate from those of other businesses, and from the personal transactions of its owners, to enable accountants to measure the financial performance of each business.

2. Going Concern
When preparing financial statements, the assumption is made of continuity; that the business is a ‘going concern’. If a firm ceases to trade, its possessions are sold off to the highest bidder, but it would be very unlikely they would fetch their cost price. Buildings may fetch more, but stocks, work-in-progress and specialist equip-ment may fetch much less on a forced liquidation. Unless any infor-mation is known to the contrary, the assumption is made that a business will continue trading. This is particularly important regard-ing the valuation of assets which might have very different values placed on them in the event of a liquidation.

3. Money Measurement
Accountants can only record transactions that have a money measurement. Money is the means of adding transac-tions together, which is only possible when we can express transac-tions in money terms. For this reason, internally generated goodwill never appears in a list of assets as its value is unknown until someone wants to take over the business and buy the goodwill. Only if we buy up another company and pay £x for its goodwill will it appear as a financial transaction.

4. Double Entry Book Keeping
Most people have heard of this even if they are hard put to define it precisely! It refers to the dual aspects of recording financial transactions. By this is meant that every transac-tion is recorded twice, in two different ledger accounts, recognizing the giving and receiving aspects separately. This topic is examined in the following chapter.

5. Realization
With the exception of some retail trade, most business-to-business sales are done on credit rather than for immediate cash settlement. It is therefore important to define when exactly a sale takes place. Is it when goods or services change hands or when the cash is finally received by the supplier? The realization concept adopts the former timing, so we place a sale in the month the goods and services are delivered to the customer, regardless of when the cash is received.

6. Matching
This principle requires accountants to match the cost of sales against the value of those same sales in the same time period.

When determining the profit or loss. In the first example at the beginning of this section, the cost of sales is £3,000 and is matched against the sales value of £3,600 to show a gross profit of £600. The unsold goods costing £1,000 are carried forward as stock and shown in the next month’s profit and loss account when they were sold for £1,200, thus realizing a profit of £200. The answer to the third example is the same £3,000 based on the accrual convention below.

1. Accrual
Expenses which relate to any accounting period must be included in that period’s profit and loss account irrespective of when they are paid for. If an invoice has been received for goods or services supplied to the business, the bookkeeping system will auto-matically include that expense in the profit and loss account. However, if the goods or services have been received but no invoice received by the period end, then an ‘accrual’ is raised to get the cost into the bookkeeping system. Conversely, if an expense has been paid for but not yet received, then an adjustment is made for the prepayment. The two principles of realization and accrual are crucial to measuring business performance accurately over short periods of time.

2. Capital and Revenue Expenditure
The expenditure that is consumed and has no value remaining is charged to the profit and loss account as revenue expenditure and matched against revenue or income. Some expenditure, however, lasts for many accounting periods. Buildings and equipment are examples of items which it would be unfair to charge in full to any one accounting period. This is deemed to be capital expenditure and is placed in the balance sheet.

3. Depreciation
The value of most capital expenditure reduces as the assets wear out over time. Depreciation is the process of reducing the value in the balance sheet by transferring part of it to the profit and loss account each period. Hence capital expenditure becomes revenue expenditure bit by bit over the asset’s expected lifetime. This process is explained more fully in Chapter 3. Referring back to the first example earlier, it should now be appreciated that neither of the solutions offered as alternatives is correct. The £10,000 cost of the equipment should be depreciated by, say, £2,000 in each of the next five years.

4. Materiality
This convention might be used to overrule a strict inter-pretation of another convention. For example, the installation of coat hooks in a room is an improvement of an asset and should be treated as capital expenditure and depreciated each accounting period. Such administrative effort for a trivial sum of money is pointless, so businesses usually set a minimum sum below which capital expen-diture is treated as revenue expenditure for expediency. Another example of materiality might be not bothering to count and value small amounts of stationery left at the end of each period to include them in stocks. In this case stationery is charged as revenue expendi-ture on purchase regardless of when it will be used.

5. Consistency
Where there is a subjective judgement made in account-ancy, this will be adhered to from one year to another. An example of this might relate to the method used to calculate depreciation. Alternative methods are available, as discussed in a later chapter, but the chosen method should be consistently applied year after year.

6. Objectivity
Accountants try to produce financial accounting state-ments as objectively as possible, but as a number of items require an element of judgement this may not always be achieved.

7. Prudence
A salesperson will count a sale when an order is received whereas the realization concept used by accountants requires the product to first be delivered to the customer. This is one example of prudence where a profit is not anticipated before it is realized. This might seem at odds with the treatment of a loss to be incurred in the future when an accountant provides for the estimated loss immedi-ately. Accountants view prudence as anticipating a loss but never anticipating a profit.

All these accounting conventions find their way into the financial statements of profit and loss account and balance sheet. We first need to find out how all the information going into those statements is recorded, and then see how we sort out which information goes into which statement. These topics are discussed in the following chapter.

From : Graham Mott


Read More ...
Bookmark and Share

7 Alasan Memilih DBS Kalbar

Diposting oleh Dwi Wahyudi | | | 0 komentar »

DBS KalbarDi saat keadaan ekonomi saat ini sedang sulit, harga kebutuhan pokok terus naik, dan semakin sulitnya untuk mencari pekerjaan membuat kita harus terus berusaha untuk mencari jalan untuk bisa memenuhi itu. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman dimana apa yang saya rasakan dan kerjakan saat ini mungkin sama dengan apa yang dirasakan semua orang diluar sana.

Sebenarnya bisnis MLM bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi semua masalah keuangan yang sedang kita hadapi saat sekarang ini. Hanya saja, untuk terjun ke dalam bisnis MLM ini kita harus melihat beberapa faktor penentu apakah bisnis MLM tersebut memiliki peluang atau tidak. Terus terang, saya juga sebenarnya merasa "trauma" dengan yang namanya MLM. Udah berapa bisnis MLM yang saya coba geluti dan sayangnya semua berakhir dengan begitu saja. Ya mungkin pada saat itu saya masih termasuk dalam pemain pemula sehingga dengan mudahnya bisa dibohongi oleh para upliner-upliner yang memanfaatkan kita.

Tidak dapat dipungkiri, dalam satu dasawarsa terakhir bisnis MLM memang sangat menjamur di Indonesia. Berbagai macam perusahaan seperti Amway, Tienshi, Oriflame, Sophie Martin, dan lain-lain saling berlomba-lomba untuk menarik simpati calon-calon downline agar mau masuk dan bergabung dalam jaringan mereka. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk memasarkan produk mereka dengan mengandalkan tenaga-tenaga downlinenya sebagai marketer. Untuk masalah fee, itu tergantung dari sistem yang telah mereka buat sebelumnya.

Bagi orang-orang yang berminat untuk terjun ke bisnis MLM seperti saya, kemampuan untuk membaca sistem masing-masing perusahaan tersebut menjadi faktor penentunya. Intinya sih satu aja, tentukan dan pilih perusahaan yang menawarkan bisnis MLM menguntungkan. Menguntungkan disini bukan dalam artian hanya memberi keuntungan bagi jaringan yang ada diatas saja melainkan menguntungkan bagi semua lapisan didalam jaringan tersebut. Banyak orang terjun ke bisnis MLM tanpa tahu persis apa yang harus dilakukannya. Tak sedikit dari mereka masuk ke MLM hanya karena tidak merasa enak untuk menolak ajakan teman, kenalan, atau kerabat. Ada juga yang sekedar coba-coba atau untung-untungan belaka. Ada juga yang serius menekuni bisnis MLM, tapi gagal. Bahkan, ada pula yang cukup lama menekuninya, namun posisinya begitu-begitu saja.

Dibawah ini merupakan beberapa faktor yang mesti dipertimbangkan dalam memilih bisnis MLM, yaitu:

Faktor Pertama : Track Record

Hal pertama yang harus diketahui adalah siapa pemilik perusahaan. Ketahui juga siapa pendirinya, bagaimana track record mereka, pernahkah mengelola bisnis MLM, berapa banyak orang yang pernah ditanganinya, dan apakah dia sukses di bisnis tersebut. Pilihlah perusahaan yang dipimpin oleh presiden perusahaan atau yang punya pengalaman dan keahlian menjalankan perusahaan besar.

Faktor yang tak kalah penting adalah meneliti financial history perusahaan. Mengetahui hal ini, Anda juga bisa meraba-raba apakah perusahaan tersebut di dukung oleh modal yang kuat. Periksa juga apakah mereka merupakan MLM yang taat membayar pajak. Bergabung dengan perusahaan MLM yang sudah go public lebih menguntungkan, karena mereka selalu berada dalam kerangka pengawasan dan pertanggungjawaban kepada publik.

Faktor Kedua : Tim Manajemen

Apakah perusahaan dikelola oleh tim yang bagus? Ini pertanyaan penting yang perlu anda cari jawabannya. Pilihlah perusahaan dengan tim manajemen yang profesional dan benar-benar ahli dalam hal network marketing. Pilihlah perusahaan MLM yang sistem administrasinya telah dikomputerisasai dengan baik. Pastikan juga MLM itu memiliki sistem pemesanan dan pengiriman barang yang efisien. Pilihlah perusahaan yang dilengkapi dengan teknologi mutakhir, sehingga Anda bisa menjalankan kemitraan dengan efektif dan efisien.

Soal komisi, pastikan Anda tahu kapan itu dibayarkan. Cari tahu secara pasti bagaimana sistem pembayaran komisi atau bonus-bonus, apakah dibayarkan langsung dalam bentuk cash atau berupa vocher pembelian produk kepada perusahaan. Pilihlah bentuk-bentuk bonus yang nenurut Anda paling menguntungkan.

Faktor Ketiga : Mutu Produk

Produk menjadi salah satu andalan perusahaan MLM. Perhatikan perusahaan MLM yang legal harus menyediakan produk atau servis yang bisa dijual secara eceran dan memang diecerkan. Untuk meneliti ini, jangan gunakan sudut pandang distributor, gunakan sudut pandang konsumen, apakah mereka mau membeli produk itu. Perhatikan betul apakah produknya begitu menarik dan berharga, sehingga tanpa ada business opportunity pun Anda berminat membelinya.

Pastikan, produk MLM yang Anda pilih itu eksklusif, tidak tersaingi, dan lahir setelah melalui bukti-bukti riset yang reliable dan diakui keabsahannya oleh lembaga resmi seperti FDA. Pikirkan adanya perusahaan MLM saingan yang menjual produk yang sama. Carilah produk yang memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri dana di-back up penelitian yang sahih.

Pertanyaan pula, apakah produknya cepat habis dipakai, gampang dipesan ulang oleh pelanggan, harga bersaing, jenis tidak sedikit, siapa segmen konsumennya, bagaimana pengembangan risetnya, dan apakah ada jaminan kepuasan kepada konsumen.

Faktor Keempat : Harga Produk

Hal lain mengenai produk adalah harga yang ditetapkan. Hati-hati dengan produk yang dijual dengan harga "inflasi" alias overpriced. Para pemula biasanya sangat gampang tergiur oleh besaran selisih antara harga distributor dengan harga konsumen. Pertanyakan bagaimana penetapan harga tersebut.

Jangan terkecoh dengan berbagai kamuflase produk piramid yang sulit dideteksi oleh para pemula. Kadang sistem piramid menawarkan star-upline kit yang murah sekali, tapi pada tengah-tengahnya memaksa Anda membayar produk-produk mereka, bayar biaya training, atau alat-alat demonstrasi lainnya dengan harga sangat mahal.

Pastikan tidak ada biaya tambahan kecuali biaya peralatan pengenalan produk dengan harga yang telah ditetapkan waktu mendaftar. Peralatan demo produk pun harus dijual kepada Anda dengan harga aktual yang berlaku.

Hindari MLM yang tidak mempunyai buy back policy. Ini penting sekali, mengingat resiko kerusakan atau ketidaklengkapan produk bisa saja terjadi saat proses pengiriman.

Faktor Kelima : Marketing Plan

Marketing plan adalah bagian paling menarik dan khas, sekaligus paling rumit dari bisnis MLM. Bahkan, ketika menyimak presentasi sponsor yang Anda pikir begitu jelas, sesungguhnya Anda masih membutuhkan penjelasan lebih jauh.

Jadi, pertama harus Anda perhatikan cara MLM mempromosikan business opportunity dan compensation plan-nya. Periksa betul, realistiskah proyeksi-proyeksi pendapatan yang ditawarkan oleh orang yang mensponsori Anda. Jangan pernah percaya bahwa suatu marketing plan bisa memberikan kekayaan secepat kilat tanpa melakukan aktifitas apa pun. Di situ Anda bisa masuk perangkap sistem piramid atau money game. Kalau MLM hanya mempromosikan kesempatan bisnis, alias produknya adalah kesempatan bisnis itu sendiri, maka kecenderungannya adalah piramid.

Berikutnya, antisipasi juga perubahan-perubahan marketing plan di tengah jalan. Prakteknya, sering dijumpai adanya perubahan-perubahan prinsip, sehingga tidak lagi sesuai seperti saat didaftarkan di badan pemerintahan atau asosiasi. Memilih marketing plan yang sudah lolos dari seleksi pihak berwenang relatif lebih aman.

Faktor Keenam : Pembinaan Distributor

Sebelun bergabung, bertanyalah sebanyak-banyaknya, kepada calon upline. Selidiki apakah dia mau menyediakan waktu yang cukup untuk Anda. Selidiki apakah dia cukup berpengalaman dan berpengetahuan luas mengenai bisnis ini. Dan tentu saja, pastikan kalau dia bersedia membantu Anda. Selidiki, apa saja program-program pelatihan yang diberikan perusahaan tersebut. MLM yang baik pasti menyelenggarakan program-program pelatihan secara terus-menerus melalui support sytem. Pastikan Anda memiliki kesempatan mengikuti konvensi-konvensi atau seminar-seminar nasional mereka. Carilah perusahaan MLM yang bisa menunjukkan contoh-contoh kesuksesan distributornya, dan bagaimana mereka meraih keberhasilan itu.

Faktor Ketujuh : Filosofi Perusahaan

Pastikan Anda merasa cocok betul dengan filosofi MLM tersebut. Ada perusahaan-perusahaan MLM yang memiliki visi dan filosofi bisnis sangat bagus. Mereka sungguh-sungguh ingin mensejahterakan member dan menjalin kemitraan selama mungkin. Ada pula yang mengutamakan filosofi menolong sesama dan memberikan pelayanan terbaik bagi siapa pun.

Apa motif perusahaan MLM itu dibangun, harus Anda pahami betul. Pastikan apakah perusahaan itu memiliki visi untuk terus membesarkan diri bersama-sama para member. Jangan memilih MLM yang tidak memiliki visi jelas atau sekedar mencari keuntungan sesaat. Dalam sejarah MLM, banyak sekali perusahaan berguguran karena tidak memiliki tujuan pasti, kecuali meraup keuntungan di atas kesengsaraan orang.

Dari semua bisnis MLM yang ada di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Setelah saya telaah ternyata hanya ada satu bisnis MLM yang memenuhi ketujuh faktor tersebut yaitu DBS (Duta Business School) dan dengan segala pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dalam jaringan DBS Kalbar. Sebagai bahan referensi, disini bisa Anda lihat daftar MLM yang ada di Indonesia berdasarkan peringkatnya.

Postingan ini tidak saya buat semata-mata hanya untuk mengajak apalagi menghasut para pengunjung untuk masuk kedalam jaringan ini, melainkan saya hanya ingin memberikan sedikit pengetahuan kepada para pengunjung sekalian tentang bagaimana caranya memilih bisnis MLM yang menguntungkan. Cukup pelajari secara seksama sistem dan mekanisme kerjanya di DBS (Duta Business School) atau bisa juga ke DBS Kalbar yang merupakan web support bagi jaringan DBS Kalbar.

Sumber : Dwi Wahyudi, SE


Read More ...
Bookmark and Share

Membuat Hidup Lebih Baik dengan DBS Kalbar

Diposting oleh Dwi Wahyudi | | | 0 komentar »

DBS KalbarPernahkan anda perhatikan di sekitar anda bahwa HAMPIR SEMUA orang memegang handpone ? Pernahkah Anda pada malam hari kehabisan pulsa, padahal anda sangat memerlukannya untuk menghubungi seseorang. Pernahkan anda memikirkan bagaimana jika HP Anda yang Anda punya saat ini dapat digunakan untuk menjual atau mengirim semua jenis pulsa, baik GSM atau CDMA ? Atau Anda ingin mengontrol pemakaian pulsa seluruh anggota keluarga dengan pulsa lebih muruh dari harga pasar ? Atau ingin dapat pulsa gratis tiap minggu ? Atau juga ingin menambah penghasilan ? Ingin banyak teman ? Atau saat ini anda terancam PHK dan perlu sumber pendapatan baru ? Atau Lokasi kerja Anda di tambang, perkebunan yang jauh lokasinya dari tempat beli pulsa ? Jika jawab dari semua tersebut di atas “YA” maka Anda biasa menjalankan bisnis yang menjanjikan ini Segera !! Uraian Berikut mungkin bisa memberikan gambaran bagi Anda.

CARA BERGABUNG

Untuk Bergabung, anda hanya cukup melakukan aktivasi HP anda Rp. 200.000 untuk satu HAK USAHA (HU). SEKALI dan SELAMANYA, anda akan mendapatkan Hak Keagenan Pulsa, fasilitas SMS MURAH, dan juga akan mendapatkan :

1. Bonus sponsor (Rp. 20.000) Bonus ini anda peroleh saat anda dapat mengajak teman menjadi member.

2. Bonus Pasangan (Rp. 30.000) Bonus ini adalah bonus perkembangan jaringan anda. Bonus ini akan anda dapatkan jika terjadi jaringan di pasangan anda, di kaki sebelah kiri dan kanan. Besarnya Rp. 22.500 berupa uang cash (ditransfer ke rekening Bank) + Rp. 7.500 berupa deposit pulsa (di transfer ke HP). Bonus ini akan diberikan untuk 12 pasang/hari. Potensi Rp 270.000 cash dan Rp. 90.000 Deposit pulsa per Hari per HU.

3. Bonus Titik (Rp. 1.000) Anda akan mendapatkan Rp. 1.000 untuk setiap member di jaringan Anda sampai kedalaman 20 level. Bonus ini untuk mengantisipasi apabila jaringan Anda timpang/tidak seimbang. Pada Kenyataannya jarang terjadi jaringan betul-betul sempurna , namun di bisnis ini jika jumlah member anda 25% sempurna saja, Maka Anda mendapat Bonus Titik Rp. 0,5 milyar. Lebih pahit lagi jika hanya 1% sempurna . Anda akan mendapatkan Rp. 20 Juta. TIDAK RUGI KAN ?!

4. Bonus Duplikasi (Rp. 2.000) Adalah bonus sebesar Rp. 2.000 jika Potensi Rp 3,72 Juta/hari.

5. Royalti Keagenan Pulsa Reguler Bonus bulanan, yang didapat dari total penjualan pulsa di Jaringan Anda sampai 10 generasi sebesar Rp. 10 per transaksi. Sistem akan otomatis memcari member yang melakukan transaksi sampai 10 generasi ke bawah. Ini adalah Passive Income bagi Anda.


6. Royalti SMS Murah (D20) Bisa dipakai semua Operator Masa Aktif/Tenggang tak terbatas. Dapat dijual Ke non member tarif SMS Murah Hemat 20-64% . Hemat sampai 90% via GPRS Royalti kartu DISKON dilebih 43.000 merchant ternama, Asuransi jiwa dan kecelakaan, ikut dalam CRP (Customer Refferal Program).

7. Bonus Reward Reward akan diberikan kepada member yang berprestasi di bisnis ini. Penilaian prestasi menggunakan point dengan system flush out. 1 point adalah jika terjadi minimal 13 pasang dalam 1 hari. Rewardnya berupa HP, Laptop, Sepeda Motor, Program Religi, Mobil Mewah dan Rumah Mewah. Reward ini dapat dicapai dalam waktu singkat.


8. Komisi Sharing Internasional Sebuah Gelar Passive Income dengan hanya kerja cerdas di awal. Fakta membuktikan bahwa untuk meraih gelar Bronze Enterpreneur hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan pendapatan member Anda di Generasi I, II dan III memperoleh Bonus Pasangan sampai kedalaman TAK TERBATAS. Difinisi Generasi 1 adalah orang yang langsung/Anda sponsori.

INDEX MUDHARABAH (Sistem Bagi Hasil)
PT DFI menggunakan system Index mudharabah secara TRANSPARAN untuk pembayaran Komisi berdasarkan omset perusahaan.


Besarnya komisi member yang akan dikirim ke rekening terlebih dahulu dikalikan dengan index tersebut. Sistem ini MENJAMIN perusahaan tidak akan merugi sehingga dapat KOKOH bertahan lama dan kelangsungan pembayar komisi untuk member terjamin.
Jika uraian ini bisa membuka wawasan bisnis Anda, SEGERA bergabung untuk menuju KEBEBASAN FINANSIAL. Jika BELUM, Anda bisa merenungkan “Bisnis apa yang bisa memberikan peluang betu banyak Rp. 100 per transaksi.
Ke non member tarif SMS Murah Hemat 20-64% . Hemat sampai 90% via GPRS Royalti Rp. 100 per transaksi.

CARA BERGABUNG DI DBS-KALBAR :
• ISI FORMULIR PENDAFTARAN BERUPA : NAMA, NAMA IBU KANDUNG, NO. REKENING BANK, NO.HP
• ATAU SMSKAN BIODATA ANDA KE NO. 0812 575 4800
• TRANSFER UANG 200.000 TERSEBUT KE REK BCA CABANG PONTIANAK
No. Rekening : 029 135 4083 a.n SUNARYONO
• SMS KE No. 0812 575 4800 Jika anda sudah melakukan transfer uang
• Maka Anda akan segera diaktifisasi sebagai Member DBS dan siap menjadi agen berjuta bonus

INFO LEBIH LANJUT BISA HUBUNGI KAMI
Sdr. YONO No. Telp 0561 - 7023301 / 0812 575 4800
Sdr. ANA No. Telp 0561 - 7567590

Atau Langsung ke Kantor Kami di :
Jayaputra Computer
Jl. Sungai Raya Dalam No. 7 Samping Rutan Sungai Raya Dalam
Pontianak , Telp. 0561 7567590 / 7023301

FASILITAS MEMBER DBS-KALBAR

1. Teknologi Jualan Pulsa kesemua Operator dengan 1HP 24Jam Tanpa Limit deposit
2. Asuransi Kecelakaan Rp.10jt
3. U-Tones ( Ditelp/SMS/Misscall) Dpt Rp.100
4. E-Book ( Brosur, dvd, buku dll )
5. Promosi Via http://www.dbs-kalbar.com
6. SMS Gratis, Jualan Via Yahoo Messanger
7. Pelayanan Deposit, Pertemuan, Klaim asuransi, Claim Trx Gagal, dll di Kantor Kami

MAAF, MEMBER DBS DILUAR JARINGAN KAMI TIDAK DILAYANI DI KANTOR KAMI

SELAMAT BERGABUNG.. JANGAN KETINGGALAN !!!
HATI-HATI ATAS PENIPUAN, JANGAN MENTRANSFER UANG APAPUN KE REKENING SELAIN YANG KAMI CANTUMKAN DIATAS !!!!!

Sumber : Dwi Wahyudi, SE


Read More ...
Bookmark and Share

Send Message

Your Location

Powered by IP Address Locator