Advertisement Corner

Hosting Murah


Pontianak Kota Berasap

Diposting oleh Dwi Wahyudi | | , | 3 komentar »

Sudah menjadi tradisi di kota tempatku tinggal yaitu Pontianak dimana pada saat musim kemarau tiba, asap secara perlahan akan menyelimuti kota. Ya minimal kalau hujan sudah 3 minggu tidak turun membasahi bumi khatulistiwa ini, maka seorang tamu yang namanya "ASAP" pasti akan dengan senang hati mengunjungi kotaku tercinta ini.

Selama 26 tahun saya tinggal disini, asap telah menjadi "keadaan biasa" yang terjadi dalam satu dasawarsa terakhir. Salah satu penyebab utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah masih digunakannya sistem perladangan berpindah-pindah dan pembakaran lahan oleh petani yang ada di Kalimantan Barat. Entah sudah berapa puluh kali Pemerintah Daerah setempat memberikan himbauan kepada masyarakat khususnya para petani untuk tidak melakukan hal tersebut namun semuanya itu hanya dianggap sebagai angin lalu. Toh asap tetap kembali mengunjungi setiap tahunnya.

Sebenarnya faktor kunci yang mengakibatkan para petani di Kalimantan Barat menggunakan sistem tersebut adalah karena sistem tersebut lebih murah dan efisien. Logika juga sih mikirnya, bisa dibayangkan jika petani akan membuka lahan seluas 1 hektar untuk berladang. Hanya dengan satu kotak korek apa seharga 500 rupiah saja, maka lahan tersebut dalam 1 hari saja sudah bersih karena terbakar semua. Sekarang gimana kalau mereka harus menggunakan cara membersihkan lahan tersebut dengan menebasnya, waduh.... ngga kebayang deh waktu dan tenaga yang diperlukan buat melakukan semuanya.

Nah, itu kalau ditinjau dari sisi petani memang petani mendapat banyak kemudahan dengan menggunakan sistem perladangan berpindah dan pembakaran lahan. Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana akibatnya dari pembakaran lahan itu, pastinya asap yang dihasilkan akan menghiasi indahnya langit biruku. Masih mendingan menghiasnya bagus, eh ini malah membuat suasana kota menjadi butek dan uhuk..uhukkk..uhukkkkk... bakalan banyak orang yang menderita sakit ISPA nih alias Infeksi Saluran Pernapasan Atas (rejeki nomplok nih buat dokter-dokter yang ada di Kalimantan Barat karena pasiennya bertambah, hehehe.......).

Hayooo...... Gimana nih Pemerintah Daerah setempat dan calon-calon legislatif yang bakal mewakili kita-kita untuk mensuarakan aspirasi daerah di tingkat DPR? Apakah penanganan asap lokal ini terus akan menjadi "PR" yang selama satu dasawarsa ini tidak pernah terselesaikan? Ya udah deh, ribet bener mikirnya. Sampai disini dulu ya friends, lain kali disambung lagi ke topik yang lain. Wassalam...

Bookmark and Share

3 komentar

  1. Goo_blog // 17 Februari 2009 11.38  

    wah gila kalau asapnya kaya di gambar +penduduknya ngrokok gimana ngak tambah polusi tu mas, bener ngak, lam kenal

  2. kurniadi // 17 Februari 2009 16.09  

    bener..tuh,daerahku juga gitu nih,masalah asap itu macam macam,asap kebakaran,asap kendaraan,asap rokok.semuanya itu tergantung kita.individu masing-masing bagaiomana menjaga dan memperhatikan lingkungan.pemerintah kalo pusing-pusing ngurusin asap. urusin saja hutannya yang hampir punah,agar semua jenis co2 bisa ternetralisir...jelaskan kepada masyarakat...tentang kaitan semua ini.jangan lupa comment di blogku ya mas...o ya bahasanya kalo enak pake aku ya silakan,kalo pake saya monggo kt orang jawa...lam kenal mampir2...

  3. Dwi Wahyudi, SE // 17 Februari 2009 16.54  

    Hehehe.... Ma kasih sebelumnya buat kunjungannya mas. Terkadang bingung juga mau pake aku apa saya, masalahnya masih janggal pake aku. Mungkin menurut saya agak terkesan kasar kali yach dan kebetulan saya orang jawa mas. Begitu sejarahnya.

Posting Komentar

Send Message

Your Location

Powered by IP Address Locator