Advertisement Corner

Hosting Murah


Memahami Potensi Diri

Diposting oleh Dwi Wahyudi | | | 0 komentar »

Potensi DiriAlkisah disebuah kerajaan hewan yang dipimpin oleh seekor singa besar yang gagah perkasa dengan rakyatnya yang terdiri dari berbagai jenis hewan yang ada dihutan tempat dimana kerajaan itu berdiri, akan diadakan pelatihan renang. Latihan ini diadakan atas perintah sang raja dan terbuka untuk umum didalam kerajaannya.

Dikisahkan pada pelatihan tersebut terdaftar peserta-peserta dan diantaranya adalah seekor elang, seekor kelinci dan seekor bebek. Hari berganti minggu hingga pada suatu bulan tertentu maka diadakanlah tes pengambilan nilai untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari masing-masing peserta.

Tibalah saatnya seekor elang diuji, terengah-engah ia mencoba gaya bebas yang dipelajarinya, tenaganya tidak mampu menopang badannya yang bersayar lebar, ia yang dulu gagah dengan mata garang sekarang tampak kuyu dan layu. Setelah sang elang gagal, kini tiba giliran sang kelinci. Perlahan-lahan ia coba, termegap-megap tampak letih dan akhirnya sang kelinci yang dulu tampak bersih dengan kulit putihnya kini hilang kesegaran, lemah dan sebagaimana sang elang ia juga gagal untuk mendapat nilai.

Saat tiba giliran sang bebek, dengan penuh keyakinan, dada terbusung, badan yang dahulu kecil kini tampak padat berisi dan dengan mudahnya ia melewati ujian, gaya bebas berhasil kemudian ia mencoba gaya yang lain dengan tenang, mantap, dan ayunan yang disesuaikan ia berhasil menempuh jarak yang telah ditetapkan dan berhasil mendapat nilai sempurna.

Apa yang dapat dipetik dari kisah diatas adalah anda harus mengetahui potensi diri anda baik yang didapat secara alamiah dimana anda tumbuh ataupun yang diperoleh melalui proses pendidikan anda selama ini. Dalam kasus sang elang, waktunya habis digunakan untuk latihan renang, bukan ilmu yang diperoleh kebalikannya ia malah menelantarkan potensi dirinya sehingga kemampuan terbangnya malah berkurang akhirnya iapun tidak dapat memburu burung untuk makanannya karena kalah sigap dan cepat.

Demikian pula dengan sang kelinci, bulu halus dan putihnya kini tampak muram ia malah dijauhi oleh habitatnya sehingga bahkan untuk mencari makananpun ia tersingkir dan hanya mendapat sisanya saja. Namun lihat apa yang terjadi dengan sang bebek! Air adalah habitatnya, secara naluriah ia memang sudah berada disana maka ketika ia mengikuti latihan renang hasilnya sangat mencengangkan karena ia dapat melakukannya dengan nyaman, setiap ayunan adalah kenikmatan baginya sehingga secara alamiah membentuk kemampuan dan kekuatan physiknya bahkan nalurinya semakin terasah tajam, gesit dan cekatan hingga sebagaimana anda sudah dapat menduga ia berhasil melewati ujian demi ujian dan lulus dengan nilai cemerlang.

Karena itu pikirkan, apa potensi yang ada pada diri anda baik secara alamiah memang anda sudah ditakdirkan berada pada situasi demikian, ataupun secara edukatif anda memang selama ini telah mendalam bidang yang anda pilih.

Sumber : Muntaufik

Bookmark and Share

0 komentar

Posting Komentar

Send Message

Your Location

Powered by IP Address Locator