Advertisement Corner

Hosting Murah


Golput Lagi... Golput Lagi...

Diposting oleh Dwi Wahyudi | | , | 3 komentar »

Untuk ketiga kalinya saya tidak memberikan hak pilih saya dimana setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2004 dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Barat Tahun 2008, pada pemilihan caleg hari ini saya kembali tidak menggunakan hak pilih saya. Ya terserah deh mau dibilang Golput atau bukan, namun yang pasti pada pemilihan kali ini saya tidak memperoleh undangan dari RT setempat. Hal ini mungkin dikarenakan Kartu Keluarga (KK) saya baru jadi sekitar 4 hari sebelum hari pencontrengan, sedangkan KTP saya dan istri masih sedang diproses di Kantor Camat karena kehabisan blangko KTP sehingga dengan terpaksa menggunakan KTP sementara yang hanya berlaku selama 3 bulan.

Sebenarnya pada saat satu hari menjelang pelaksanaan pemilihan, ada perwakilan dari Ketua RT setempat yang datang ke rumah saya untuk membagikan undangan mencontreng. Namun setelah dicari-cari rupanya undangan buat saya dan istri tidak ada dikarenakan nama saya dan istri belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) RT setempat. Katanya sih ngga masalah jika tidak ada undangan, cukup bawa Kartu Keluarga (KK) asli pada saat memilih di TPS terdekat.

Pada awalnya untuk pemilihan kali ketiga ini saya berniat untuk memberikan hak pilih saya dan saya telah menetapkan calon-calon yang akan saya contreng untuk tingkat DPRD II, DPRD I, DPD, dan DPRD-RI. Akan tetapi, pada hari pemilihan yang jatuh pada tanggal 9 April 2009, secara kebetulan saya jatuh sakit diakibatkan oleh perubahan cuaca di Pontianak yang saat ini boleh dibilang tidak stabil (kadang panas kadang hujan). Pengen sih turun ke TPS terdekat buat mencontreng, tapi apa daya badan tak mampu untuk bergerak. Ada sih kepikiran untuk memaksain diri turun buat mencontreng, tapi setelah dipikir-pikir ngapain juga harus sampai segitunya. Menurut saya sih hilang satu suara ngga terlalu berpengaruh dengan jumlah semua suara yang terkumpul, lagipula apakah mereka akan peduli dengan kondisi saya saat ini jika seandainya saya memaksakan diri untuk mencontreng? Ngga jamin deh... Yang ada malah kondisi kesehatan saya akan tambah memburuk. Bener ngga??

Golput sebenarnya bukanlah pilihan bagi saya namun keadaan politik saat inilah yang memaksa saya untuk memilih golput. Jika golput diharamkan oleh fatwa MUI karena telah menjadi kewajiban kita untuk memilih pemimpin (khalifah) dan bagi siapa saja yang tidak menjalankannya akan menjadi dosa bagi dirinya, sekarang bagaimana kalau seandainya kita salah memilih pemimpin (khalifah)? Saking banyaknya partai politik yang ikut serta dalam Pemilihan Umum 2009 beserta dengan calon legislatifnya masing-masing membuat kita saat ini mengalami yang namanya "Bingung untuk Memilih". Dengan berbagai tips dan trik yang digunakan untuk menarik simpati masyarakat, mereka memberikan janji-janji manis yang kita sendiri tahu apakah janji manis tersebut akan diwujudkan atau tidak setelah mereka naik menjabat nanti. Allahu'alam...

Tentunya akan menjadi beban moral tersendiri jika seandainya calon-calon legislatif yang telah kita pilih ternyata melakukan penyimpangan dan kesalahan dimana yang akan menanggung akibatnya adalah kita sendiri sebagai masyarakat Indonesia tercinta. Bukan maksud hati ingin memvonis namun kenyataannya berkata demikian. Belakangan ini banyak kita lihat anggota-anggota DPR ditangkap karena telah melakukan korupsi yang nilainya tidak tanggung-tanggung mencapai miliaran rupiah, darimana uang tersebut diperolehnya kalau bukan dari rakyat. Intinya saat ini yang patut menjadi pertanyaan adalah "Apakah kita akan memilih atau tidak?", bukannya "Partai apa atau siapa yang akan kita pilih nanti?". Bagai buah simalakama "Mau Memilih Ibu yang Mati, Ngga Memilih Bapak yang Mati". Hayoo...pilih yang mana??.

Sumber : Dwi Wahyudi, SE

Bookmark and Share

3 komentar

  1. IHSAN // 11 April 2009 09.16  

    saya golput kali ini

    he he he

    keadaan memaksa

  2. Mentari // 13 April 2009 14.32  

    kalo kita golput karena perangkat RT yang gak update data..dosa haramnya ditanggung mereka kaan? huh..klo gee caranya gw rela dideportasi ke Italia..daripada gak diakui sbg WNI hikz..

  3. IMAM MEQELS // 14 April 2009 06.45  

    SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK NEH,KITA SEHARUSNYA IKUT BERPERAN AKTIF DALAM SEGALA HAL YANG MENYANGKUT NEGARA DAN BANGSA,APALAGI INI ADALAH PEMILU DIMANA PENENTUAN NASIB BANGSA KITA LIMA TAHUN MENDATANG,SEBAIKNYA GUNAKAN HAK PILIH DENGAN BIJAKSANA,SERTA ARIF,BERIKAN CONTOH TELADAN BAIK UNTUK GENERASI KITA NANTI,HEHEHE,SALAMA

Posting Komentar

Send Message

Your Location

Powered by IP Address Locator